November 11, 2012

Hero Jaejoong Was A History [Facts vs. Delusion]

"Our love is madness..." (MUSE)

Dengan cinta gila gue terhadap Kim Jaejoong, gue memulai menuliskan post ini (Hahahaha...). Ini mungkin tulisan terberat gue sebagai fangirl. Jika biasanya gue cuma tulis pemikiran dan perasaan gue, kali ini gue harus mencari fakta dan bukti autentik (Bahasa gueee... XDD). Sebenarnya agak malas bersentuhan dengan keyakinan orang, ups maaf, prinsip yang dipegang orang. Hanya saja gue sudah risih sekali dengan prinsip yang akan gue bahas, makanya gue putuskan menuliskannya. Ya, paling tidak bisa membantu meluruskan pikiran orang-orang yang memegang prinsip yang salah itu.



November 04, 2012

Kim Jaejoong Fan Meeting Jakarta: Tanpa Suara, Tersampaikan dengan Hati

"Untuk meneruskan satu misi berikutnya, gue berjanji satu hal; akan gue penuhi setelah gue bertemu dengan KIM JAEJOONG entah tahun ini atau tahun besok baik di sini maupun di Korea.

Tampaknya itu bukan misi ataupun mimpi. Itu doa. Doa yang terkabul. Entah bagaimana memulainya menuliskan semua ini tanpa menangis. Yang pasti gue terharu. Semalam menuliskan draft ini, melanjutkannya pun gue terharu. 


Lelaki kelahiran Gong-ju, Chungcheongnam-do, Korea, 26 Januari 1986 itu benar-benar berada di hadapan gue. Tidak hanya sehari, tapi dua hari, meski dalam waktu yang sangat singkat. KIM JAEJOONG. Ya, gue sedang membicarakannya. Gue nggak akan banyak berkomentar tentang siapa dia, tapi gue akan berbicara mengenai betapa seorang Kim Jaejoong, bukan hanya bisa disebut seorang profesional sebagai bintang hallyu, tapi ini lebih dari itu; dia sangat menyayangi fansnya.


Jika sebelumnya, Bigbang yang mendapat predikat sebagai boyband yang memberikan fan service terbaik, maka Kim Jaejoong-lah yang gue tahbiskan menjadi aktor dan solois yang memberikan fan service terbaik. Sungguh bukan karena dia memberikan izin pada setiap yang hadir untuk bisa berfoto dengannya dan menyentuh tangannya secara langsung, ini lebih kepada usahanya untuk tetap tampil semaksimal mungkin  demi fansnya meski tanpa suara. 


Buat gue, ini lebih dari sekadar profesionalitas. Ini cinta! (Hapus airmata... T^T)



Oktober 16, 2012

Bigbang Alive Galaxy Tour 2012: WOW, FANTASTIC BABY!

"One of the best or maybe the best K-Pop concert ever held in Indonesia." (Rolling Stone Indonesia)

Akhirnya gue memututuskan untuk me-review Bigbang Alive Galaxy Tour 2012 yang berlangsung pada 12 - 13 Oktober 2012 di Mata Elang Internasional Stadium (MEIS), Jakarta Utara. Meski Rolling Stone Indonesia sudah me-review konser ini, gue merasa harus memberikan review gue sendiri. Ini konser TERDAHSYAT kedua tahun ini setelah L'Arc~en~Ciel World Tour 2012 yang berlangsung pada 2 Mei 2012 lalu. Gue memang baru pertama kali ini menonton konser Kpop dan gue merasa pantas juga puas membayar mahal berdiri di Standing B1 selama 2,5 jam untuk melihat penampilan Bigbang. Ekspektasi gue nggak meleset sedikitpun, bahkan melebihi bayangan gue.





Mei 09, 2012

L'Arc~en~Ciel: Flashback of #1WeekLarukuJKT



Gila. Gokil. Cadas. Dan tentu saja, MANTAP.

Itu kata-kata yang paling cocok buat menggambarkan L’Arc~en~Ciel World Tour 2012 yang tepat pada hari ini sudah seminggu berlalu alias #1WeekLarukuJKT. Gue pikir gue nggak akan menonton konser band rock Jepang favorit gue ini. Apalagi sejak Januari 2012, ketika pengumuman tiket dan usaha gue yang selalu gagal mendapatkan tiket online. Akhirnya gue bisa menyaksikan aksi panggung band yang telah malang-melintang di dunia musik selama  20 tahun itu. Buat Cielers (Sebutan untuk fans L'Arc~en~Ciel, pen.) Indonesia, ini seperti mimpi jadi nyata. Meski gue bukan Cielers sejati, tapi lagu band legenda dari Jepang ini cukup akrab di telinga gue dan lekat di lidah gue terutama sejak pertama kali gue mendengar 'Hitomi No Jyuunin'. 

Dalam konser seminggu yang lalu, mata gue nggak bisa lepas dari screen raksasa sebelah kanan panggung yang menampilkan secara penuh, close up dan jelas wajah-wajah ojisan-ojisan (Paman-paman, pen.) itu. Hideto Takarai alias Hyde (Vokal), Tetsuya alias Tetsu (Bass), Ken (Gitar) dan Yukihiro (Drum), tampil dalam performa terbaik mereka. Gosh, THEY’RE AMAZING!


(Ki-Ka): Tetsuya (Bassist), Ken (Gitaris), Hyde (Vokalis), dan Yukihiro (Drum)



April 15, 2012

Memaknai Ibu


 Ibu. Mama. Mami. Bunda. Mommy. Inang. Emak. Nyak. Ambu. 

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata-kata itu? Kalau bertanya pada gue, akan gue jawab: Ibu adalah hidup gue. Gue biasa memanggil Ibu gue dengan sebutan 'Mama', 'Bun-Bun' (singkatan Bunda), atau Ibu bergantung pada mood gue ingin memanggil apa. Tapi lebih sering memanggil dengan sebutan 'Bun-Bun'. 

Bun-Bun, musuh gue paling utama jika gue sedang jatuh cinta pada seorang laki-laki yang menurutnya salah. Bun-Bun, sahabat gue paling setia mendengar segala curahan hati gue dan selalu ada buat gue. Bun-Bun, kritikus gue paling jujur terhadap apapun dalam hidup gue. Bun-Bun, segalanya dalam hidup gue. 

Oleh karena itu, gue sangat sensitif terhadap apapun yang bertemakan 'Ibu'. Dan baru-baru ini, dua hal membuat gue sensitif; novel 'Please Look After Mom' karangan Shin Kyung Sook dan film 'A Long Visit' yang dibintangi oleh Park Jin Hee. Keduanya berasal dari Korea, negara kedua buat gue (Mihihi...^^). 'Menikmati' keduanya, membuat gue bercucuran airmata. Seperti yang gue bilang tadi, semua karena hal berkaitan dengan 'Ibu' membuat gue sensitif. Gue akan menjelaskan betapa keduanya menjadi 'hal indah' di mata gue.

PLEASE LOOK AFTER MOM: KETIKA KEHILANGAN, MEMAKNAI ARTI IBU SESUNGGUHNYA


April 13, 2012

Big Bang, Fantastic 'Bad Boy'!



Wholaaaa!

Finally, I'm back to my own blog. Yeah! Hihihihihihi ... Setelah lebih banyak 'bercerita' via note di Facebook, akhirnya diputuskan kembali lagi ke blog. Beberapa minggu ke belakang, gue sedang tergila-gila pada salah satu lagu dari boyband K-pop, Big Bang, judulnya 'Bad Boy'. Siapa yang tahu lagu ini?




September 14, 2009

Sebuah Cerita tentang Cakrawala dan Awan (Part I)


"Penyair hujan, aku jatuh cinta pada cakrawala. Maka tolonglah aku cara menebas jaraknya..." (SDD in Sajak Kecil tentang Cinta)


Di hari itu aku mendengar percakapan antara Awan dan Cakrawala.


“Aku tidak terbatas. Aku belum ingin dibatasi,” jelas Cakrawala kepada Awan.


Perlahan rona putih Sang Awan menjelma kelabu.


“Kenapa?” tanya Awan.


“Karena aku belum puas melingkupi dunia,” ujar Cakrawala.


Sang Awan tergugu. Dalam hatinya dipenuhi semburat harapan agar Sang Cakrawala berkenan untuk memintanya menyertainya melingkupi bumi bersama. Aku hanya mampu memandang mereka.


* * *